
Tawaf Wada adalah salah satu ritual penting dalam ibadah haji dan umrah yang dilakukan sebagai perpisahan terakhir dengan Ka’bah sebelum meninggalkan Mekkah. Meskipun terlihat sederhana, tawaf ini memiliki keutamaan dan makna yang mendalam dalam konteks spiritual dan ibadah. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari tawaf wada, termasuk keutamaannya berdasarkan hadits dan Al-Qur’an.
Tawaf ini juga dikenal sebagai tawaf perpisahan, dilakukan oleh jemaah haji dan umrah sebelum meninggalkan Mekkah. Ritual ini melibatkan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, sama seperti tawaf lainnya, namun dilakukan dengan tujuan sebagai perpisahan terakhir dengan rumah Allah sebelum kembali ke tanah air.
Tawaf ini merupakan bagian integral dari ibadah haji dan umrah yang menunjukkan rasa taat dan penghormatan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Tawaf di sekitar Ka’bah adalah bagian dari ibadah dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, ketika kamu hendak meninggalkan Mekkah, lakukanlah tawaf wada sebagai perpisahan terakhir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa tawaf wada adalah bentuk ketaatan dan penghormatan kepada Allah yang perlu dilaksanakan sebelum meninggalkan Mekkah.
Melakukan tawaf ini dengan penuh khusyuk dapat mendatangkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melakukan tawaf di Ka’bah dan mengerjakan tawaf wada sebelum meninggalkan Mekkah, maka tawaf tersebut akan menjadi penutup bagi semua amalnya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa tawaf wada adalah cara untuk menutup rangkaian ibadah dengan baik dan mendapatkan ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Tawaf ini juga memberikan kesempatan bagi jemaah untuk merenung dan merefleksikan perjalanan spiritual mereka. Saat melakukan tawaf perpisahan, jemaah dapat mengingat kembali pengalaman ibadah yang telah dilakukan dan memohon kepada Allah agar semua amal diterima dan dosa diampuni. Ini adalah momen yang sangat emosional dan spiritual bagi banyak jemaah.
Tawaf ini dilakukan dengan cara yang sama seperti tawaf lainnya, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan suci. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
Tawaf wada adalah ritual yang penuh makna dalam ibadah haji dan umrah. Sebagai perpisahan terakhir dengan Ka’bah, tawaf ini merupakan kesempatan untuk menutup rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk dan mendapatkan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT. Melakukan tawaf wada dengan niat yang tulus dan penuh penghormatan merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual jemaah. Jadi Tunggu apalagi, segera daftar umroh bersama Rizqunamekkahmadinah dengan klik button dibawah ini
Masjid-Masjid bersejarah tentu banyak ditemukan di kota suci Mekkah. Salah satunya adalah Masjid al-Jin atau biasanya di kenal dengan Masjid Jin. Penamaan masjid itu tentu berkaitan erat dengan suatu peristiwa tentang bangsa jin dan dakwah Islam. Masjid ini terletak di pinggir daerah hujun, tepatnya di kampung Ma’la dekat dengan Ja’fariyah atau s... selengkapnya
Masjid Tan’im atau biasanya disebut dengan Masjid Aisyah yang berjarak 7,5 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi menyimpan sejarah bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah haji dan umrah. Masjid ini juga menjadi lokasi miqat penduduk Makkah. Ternyata, masjid ini memang menyimpan kisah Aisyah yang menjadikannya miqat umrah. Peristiwa itu pul... selengkapnya
Jannatul Ma’la atau lebih dikenal dengan sebutan Pemakaman Ma’la merupakan salah satu tempat bersejarah di makkah. di tempat ini, beberapa keluarga dan sahabat Rasulullah SAW dimakamkan. Pemakaman Ma’la atau dalam bahasa Arab disebut Maqbarah Ma’la adalah perkuburan umum di Makkah yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, yakni kurang leb... selengkapnya
Belum ada komentar