
Jannatul Ma’la atau lebih dikenal dengan sebutan Pemakaman Ma’la merupakan salah satu tempat bersejarah di makkah. di tempat ini, beberapa keluarga dan sahabat Rasulullah SAW dimakamkan.
Pemakaman Ma’la atau dalam bahasa Arab disebut Maqbarah Ma’la adalah perkuburan umum di Makkah yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, yakni kurang lebih 1 km ke arah barat.
Orang-orang yang meninggal di Makkah, baik penduduk setempat maupun jemaah haji atau umrah dimakamkan di tempat ini. Pemakaman Ma’la disebut pula sebagai Pemakaman al-Hujun karena terletak di kaki Gunung Hujun.
Makam Ma’la telah ada sejak zaman jahiliyah, bahkan jauh sebelum Rasulullah dilahirkan. Sebelum masa Islam, Ma’la telah menjadi lokasi pemakaman keluarga Bani Hasyim.
Pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan keluarga Rasulullah SAW, di antaranya Siti Khadijah RA, istri pertama Rasulullah SAW, serta Qasim dan Abdullah, kedua putra beliau, Abdul Muthalib (kakek Rasulullah), dan Abu Thalib (paman Rasulullah). Menurut sebuah riwayat, Aminah ibunda Rasulullah SAW juga dikebumikan di pemakaman ini.
Selain itu, Ma’la menjadi pemakaman para sahabat-sahabat ternama Rasulullah SAW di antaranya Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Yasir bin Amar, Asma’ binti Abu Bakar ash-Shiddiq, Abdullah bin Amr bin Ahs, dan sebagainya. Menurut Sayyid Muhammad Awali al-Maliki, jumlah sahabat nabi yang dimakamkan di Ma’la tidak kurang dari 45 orang. Makam Ma’la menjadi simbol bagi mereka yang ingin mengingat perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat Rasulullah SAW.
Pemakaman Ma’la juga disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hafs. Rasulullah SAW bersabda,
“Allah akan membangitkan dari bumi ini (Pemakaman Ma’la) sebanyak 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab (perhitungan dosa). Setiap orang dari mereka dapat membawa (membantu) sebanyak 70.000 orang. Wajah mereka cerah dan bersinar bagaikan bulan purnama.” (HR Abu Hafs)
Dan Terdapat pula keutamaan bagi kaum muslim yang dimakamkan di Makkah (termasuk di Ma’la), yaitu dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di hari kiamat kelak. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar RA. Rasulullah SAW bersabda,
“Akulah orang pertama yang dikeluarkan dari bumi pada hari kiamat, kemudian Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian aku mendatangi penghuni Baqi’. Mereka pun dikumpulkan bersamaku, kemudian aku menanti penduduk Makkah sehingga aku akan dikumpulkan di antara dua Tanah Haram.” (HR Tirmidzi)
Bagi jamaah haji dan umrah, mengunjungi Makam Ma’la sering kali menjadi bagian dari perjalanan spiritual mereka. Meskipun ziarah ke Makam Ma’la bukanlah bagian dari rukun haji atau umrah, banyak peziarah yang menjadikan kunjungan ini sebagai bagian dari kegiatan ibadah untuk mendoakan para penghuni makam dan mengambil hikmah dari kehidupan mereka.
Makam Ma’la adalah tempat penuh sejarah yang mengandung makna mendalam bagi umat Islam. Di sini beristirahat para tokoh-tokoh penting yang memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam. Berziarah ke tempat ini, selain sebagai bentuk penghormatan, juga menjadi pengingat akan kefanaan hidup dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.
Yuk Daftar Umroh dan Haji bersama Rizqunamekkahmadinah dengan tekan tombol di bawah ini!
Tawaf Wada adalah salah satu ritual penting dalam ibadah haji dan umrah yang dilakukan sebagai perpisahan terakhir dengan Ka’bah sebelum meninggalkan Mekkah. Meskipun terlihat sederhana, tawaf ini memiliki keutamaan dan makna yang mendalam dalam konteks spiritual dan ibadah. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari tawaf wada, termasuk keutamaanny... selengkapnya
Tawaf adalah salah satu rangkaian ibadah penting dalam ritual haji dan umrah. Secara harfiah, tawaf berarti “berkeliling”, dan dalam konteks ibadah, tawaf merujuk kepada kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Praktik ini memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam, sebagai s... selengkapnya
Sai adalah salah satu ritual penting dalam ibadah umrah dan haji yang dilakukan oleh umat Muslim. Ritual ini melibatkan berjalan antara dua bukit, Safa dan Marwah, sebanyak tujuh kali. Ritual ini tidak hanya merupakan bagian dari rangkaian ibadah yang harus dilaksanakan, tetapi juga memiliki makna dan sejarah yang mendalam dalam Islam. Artikel ini akan menje... selengkapnya
Belum ada komentar