rizqunamekkahmadinah

Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid yang terkenal di Madinah. Masjid Qiblatain terletak di sebelah barat laut Masjid Nabawi dengan jarak 7 km, pada sebuah bukit kecil dekat dengan Wadi Al-Aqiq.

Qiblatain artinya dua kiblat. Kiblat pertama yang menghadap ke Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis (Palestina), dan kiblat kedua yang menghadap ke Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid Qiblatain awalnya dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq, atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Perpindahan Arah Kiblat di Masjid Qiblatain

Kisah perpindahan arah kiblat ini bermula ketika Nabi Muhammad mengunjungi ibu dari Bisyr bin Barra’ bin Ma’rur dari Bani Salamah yang ditinggal mati keluarganya. Kemudian tibalah waktu salat. Nabi pun shalat bersama para sahabat di masjid itu.

Dua rakaat pertama masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika baru saja Nabi menyelesaikan rakaat kedua.

Perintah Allah Swt. yang menyuruh untuk menghadap Masjidil Haram ini tertuang dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 144.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ١٤٤

Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Setelah ayat tersebut turun, Nabi Muhammad SAW menghentikan sementara salatnya. Kemudian beliau meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke arah Masjidil Haram.

Arsitektur Masjid

Meskipun masjid ini memiliki sejarah panjang, bangunan asli Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa renovasi dan perluasan. Masjid yang ada sekarang merupakan hasil dari beberapa kali renovasi oleh pemerintah Arab Saudi. Masjid ini sekarang memiliki dua menara dan satu kubah besar di tengahnya, dengan desain arsitektur modern yang tetap mempertahankan elemen-elemen tradisional Islam.

Di dalam masjid, ada tanda-tanda yang menunjukkan arah kiblat lama (ke arah Baitul Maqdis) dan arah kiblat baru (ke arah Ka’bah). Meskipun tidak digunakan lagi, kiblat lama tetap menjadi simbol sejarah penting dalam perkembangan agama Islam.

Makna Perubahan Kiblat

Perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah memiliki makna teologis dan simbolis yang mendalam. Ka’bah adalah pusat ibadah umat Muslim dan simbol tauhid, di mana umat Islam dari seluruh dunia bersatu dalam ibadah. Perintah untuk memindahkan kiblat ini juga menunjukkan kekhususan umat Islam sebagai komunitas yang berbeda, dengan Ka’bah di Mekah sebagai pusat orientasi mereka dalam ibadah.

Peristiwa ini juga menandai pengukuhan identitas umat Islam, terlepas dari agama-agama lain yang ada pada saat itu. Dengan beralihnya kiblat ke Ka’bah, umat Islam diperintahkan untuk menegaskan keyakinan mereka dan menjalankan perintah Allah dalam ibadah mereka.

Masjid Qiblatain merupakan salah satu situs sejarah Islam yang sarat makna. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini menyimpan kisah penting tentang perubahan kiblat yang menandai identitas umat Islam. Bagi umat Muslim, kunjungan ke Masjid Qiblatain bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mengenang salah satu momen penting dalam sejarah agama Islam.

Tertarik dengan Masjid Qiblatain?, Yuk Daftar Umroh dan Haji bersama Rizqunamekkahmadinah dengan tekan tombol di bawah ini!

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Masjid Qisas

Keindahan Masjid Qisas : Dahulu sebagai Area Hukum Pancung

17 September 2024 104x Destinasi, Haji, umroh

Masjid Qisas di Jeddah adalah salah satu situs keagamaan yang memiliki nilai historis dan budaya yang penting dalam konteks Islam, khususnya di Arab Saudi. Terletak di salah satu kota utama di negara tersebut, Selain fungsinya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki kaitan historis yang signifikan terkait dengan sistem hukum Islam, khususnya dalam ko... selengkapnya

Pemakaman Ma'la

Pemakaman Ma’la, Tempat keluarga Rasulullah SAW Dimakamkan

19 September 2024 157x Destinasi, Haji, umroh

Jannatul Ma’la atau lebih dikenal dengan sebutan Pemakaman Ma’la merupakan salah satu tempat bersejarah di makkah. di tempat ini, beberapa keluarga dan sahabat Rasulullah SAW dimakamkan. Pemakaman Ma’la atau dalam bahasa Arab disebut Maqbarah Ma’la adalah perkuburan umum di Makkah yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, yakni kurang leb... selengkapnya

Tawaf Wada: Perpisahan Penuh Makna di Masjidil Haram

15 September 2024 150x Haji, umroh

Tawaf Wada adalah salah satu ritual penting dalam ibadah haji dan umrah yang dilakukan sebagai perpisahan terakhir dengan Ka’bah sebelum meninggalkan Mekkah. Meskipun terlihat sederhana, tawaf ini memiliki keutamaan dan makna yang mendalam dalam konteks spiritual dan ibadah. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari tawaf wada, termasuk keutamaanny... selengkapnya