Sai adalah salah satu ritual penting dalam ibadah umrah dan haji yang dilakukan oleh umat Muslim. Ritual ini melibatkan berjalan antara dua bukit, Safa dan Marwah, sebanyak tujuh kali. Ritual ini tidak hanya merupakan bagian dari rangkaian ibadah yang harus dilaksanakan, tetapi juga memiliki makna dan sejarah yang mendalam dalam Islam. Artikel ini akan menjelaskan pelaksanaan dan keutamaan ritual ini berdasarkan hadits dan Al-Qur’an.
Sai merupakan ritual yang dilakukan setelah pelaksanaan thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah. Selama Sai, jemaah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah dan kembali lagi, mengulangi perjalanan tersebut sebanyak tujuh kali. Ritual ini dilakukan di area yang telah disediakan khusus di dalam Masjidil Haram, Mekkah.
Pelaksanaannya diawali dari bukit Safa, yang terletak di sisi timur Masjidil Haram, kemudian menuju bukit Marwah di sisi barat, dan sebaliknya. Jemaah dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir selama melakukannya, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Ritual ini memiliki akar sejarah yang dalam, berkaitan dengan kisah Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Hajar ditinggal sendirian dengan bayinya, Ismail, di lembah Mekkah, ia mengalami kehausan yang sangat parah. Dalam usaha mencari air untuk anaknya, Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah. Ketika Hajar berlari dari Safa ke Marwah dan kembali lagi, Allah SWT akhirnya memunculkan sumber air dari tanah tempat Ismail berada, yang kemudian dikenal dengan nama Zamzam.
Kisah ini dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari sejarah yang penting dan menjadi dasar pelaksanaan Sai. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar (ajaran) Allah. Maka barang siapa yang melakukan haji ke Baitullah atau umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya.” (QS. Al-Baqarah: 158)
Ayat ini menegaskan bahwa Sai antara Safa dan Marwah adalah bagian dari ajaran Allah dan merupakan salah satu kewajiban dalam ibadah haji dan umrah.
Hadits Nabi Muhammad SAW juga menguatkan pentingnya ritual ini. Rasulullah SAW bersabda:
“Ambillah dariku ritus-ritus ibadah haji.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Sai adalah bagian dari ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, dan merupakan bagian integral dari ibadah haji dan umrah yang harus diikuti oleh umat Islam.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan Sai sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah, dan sesungguhnya Sai ini adalah termasuk amal ibadah yang diterima oleh Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa Sai adalah amal ibadah yang diterima dan diperintahkan oleh Allah SWT, serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah haji dan umrah.
ini bukan hanya ritual fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui Sai, jemaah diingatkan tentang ketahanan, kesabaran, dan pengorbanan. Kisah Hajar yang berlari antara Safa dan Marwah adalah contoh ketabahan dan kepercayaan kepada Allah SWT di tengah kesulitan. Ritual ini mengajarkan umat Muslim untuk tidak menyerah dan terus berusaha meskipun dalam keadaan yang sulit.
Sai adalah ritual yang kaya akan makna dan sejarah dalam ibadah umrah dan haji. Berjalan antara bukit Safa dan Marwah bukan hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga mengikuti jejak Hajar yang penuh pengorbanan. Dengan memahami sejarah dan keutamaannya, jemaah diharapkan dapat menjalankan ritual ini dengan penuh kekhusyukan dan kesadaran akan maknanya. Jadi Tunggu Apalagi – Yuk Umroh dengan Rizqunamekkahmadinah dengan klik button dibawah ini
Wuquf di Arafah adalah salah satu rukun utama dalam ibadah haji, yang merupakan puncak dari perjalanan spiritual ini. Setiap tahun, pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wuquf, yang merupakan momen refleksi dan pengabdian yang mendalam. Wuquf di Arafah merupakan kegiatan berkumpul di Padang Ara... selengkapnya
Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid yang terkenal di Madinah. Masjid Qiblatain terletak di sebelah barat laut Masjid Nabawi dengan jarak 7 km, pada sebuah bukit kecil dekat dengan Wadi Al-Aqiq. Qiblatain artinya dua kiblat. Kiblat pertama yang menghadap ke Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis (Palestina), dan kiblat kedua yang menghadap ke Ka’bah di M... selengkapnya
Jannatul Ma’la atau lebih dikenal dengan sebutan Pemakaman Ma’la merupakan salah satu tempat bersejarah di makkah. di tempat ini, beberapa keluarga dan sahabat Rasulullah SAW dimakamkan. Pemakaman Ma’la atau dalam bahasa Arab disebut Maqbarah Ma’la adalah perkuburan umum di Makkah yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram, yakni kurang leb... selengkapnya
Belum ada komentar